KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Pemerintah Kabupaten Kuningan meluncurkan SAT SET (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi dan Servis Terintegrasi) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Peluncuran SAT SET diharapkan dapat menyederhanakan proses administrasi sekaligus meningkatkan efektivitas kerja aparatur.
Sistem tersebut juga dirancang untuk memberikan kemudahan kepada pengguna layanan melalui proses yang lebih cepat, tertib, transparan, terintegrasi, dan dapat dipantau.
Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Kuningan, Sri Mulyati, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan SAT SET dibuat untuk menjawab kebutuhan pelayanan administrasi di lingkungan Sekretariat Daerah sekaligus mendukung transformasi digital dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
BACA JUGA:Cetak Sejarah Baru! Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Race Perdana SS600 ARRC
BACA JUGA:Bertanding dengan Ratusan Karya, 5 Grand Filano Hybrid Ini Jadi Jawara Classy Modifest 2026
“SAT SET kami hadirkan sebagai sebuah inovasi untuk menjawab kebutuhan pelayanan administrasi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, yang sekaligus menjadi bagian dari upaya kita dalam mendukung transformasi digital dan penerapan SPBE,” ujar Sri Mulyati.
Menurut Sri Mulyati, penerapan teknologi dalam pelayanan pemerintahan tidak berhenti pada penggunaan aplikasi. Perubahan yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mendorong perubahan pola kerja dan memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan.
“Teknologi hanyalah alat. Yang paling penting adalah perubahan cara kerja dan komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
Karena sesungguhnya pelayanan yang baik bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi tentang bagaimana kita memberikan kemudahan, kepastian, dan kepuasan kepada pengguna layanan,” tuturnya.
SAT SET Dirancang Sederhanakan Administrasi
Sri Mulyati menjelaskan, SAT SET dikembangkan dari kebutuhan untuk membuat proses administrasi di lingkungan Sekretariat Daerah menjadi lebih sederhana.
BACA JUGA:Kebakaran di Tajur Buntu Pancalang, Diduga Dipicu Korsleting Listrik