Paguyuban Silihwangi Majakuning Bantah Pelaku Penyadapan Getah Pinus
Penampakan pohon pinus di kawasan TNGC yang tengah dilakukan penyadapan. KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning membatah terlibat dalam aksi tersebut.-Istimewa-Tangkapan Layar Video
"Kegiatan penyadapan bukan dari anggota KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning, untuk koordinat lokasinya di Jalur Garis Tenjo Laut – Talaga Surian,” ujar Asep dikutip dari laman KuninganMass, Sabtu 14 Februari 2026.
Oknum yang dituding Asep, melakukan penyadapan di Blok Kopi Bojong, dan berasal dari luar Kuningan.
Ia kembali menegaskan, bahwa aktivitas tersebut berlangsung tanpa keterlibatan anggota KTH yang diharapkan mengikuti kesepakatan lokal mengenai pengelolaan tanaman di desa.
Tidak hanya itu, penyadapan juga terjadi di Desa Singkup dan Paniis, tepatnya di Blok Mata Air Singkup dan Cipaniis, yang melibatkan tiga orang dari luar Kuningan. Asep sempat menyebut nama Majenang.
Ditegaskan Asep, isu yang mengatakan keterlibatan KTH Silihwangi Majakuning dalam penyadapan getah pinus tidaklah benar.
BACA JUGA:SE Bupati Kuningan: Tempat Hiburan Malam Tutup Total, Petasan Dilarang, Kuliner...
BACA JUGA:Penyadapan Getah Pinus Sudah Berlangsung Lama, Bupati Dian: Kewenangan Ada di Pusat
Ia juga kemudian menekankan pentingnya pemahaman tentang zona pemanfaatan, zona tradisional, zona rimba, dan zona inti bagi masyarakat.
"Terdapat 13 desa yang terlibat dalam wilayah KTH, dan para kepala desa diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan lahan pertanian di masing-masing desa,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
