Pengrajin Genteng Jatiwangi Jadi Pemasok Perumahan Pemerintah?

Pengrajin Genteng Jatiwangi Jadi Pemasok Perumahan Pemerintah?

Jajaran Kementerian PKP bersama pengembang, Pemprov Jawa Barat, serta Pemkab Majalengka meninjau langsung produksi UMKM genteng Jatiwangi sebagai persiapan pelaksanaan program gentengisasi.-Ono Cahyono-Radar Majalengka

Salah satu pengrajin, Beni, menyampaikan kapasitas produksi genteng di Jatiwangi cukup besar. 

Pihaknya mampu memproduksi hingga 10.000 genteng per hari dengan harga sekitar Rp4.000 per unit.

“Dengan jumlah pengrajin aktif, total produksi dapat mencapai sekitar satu juta genteng per hari untuk memenuhi kebutuhan berbagai program perumahan,” ujarnya.

BACA JUGA:Jadwal Safari Ramadan 2026, Bupati Kuningan Tarling di Desa Citenjo

Sementara itu, pengembang rumah subsidi Muhammad Ridwan mengatakan satu unit rumah subsidi membutuhkan sekitar 800 hingga 1.000 genteng, dengan tren permintaan pasar saat ini mengarah pada model genteng flat.

Ia menekankan pentingnya keseragaman kualitas, kepastian suplai, serta dukungan sertifikasi agar pengembang memiliki keyakinan dalam mengambil pasokan dari sentra produksi Jatiwangi.

“Ada tiga tantangan utama, yakni kualitas produk yang harus memenuhi standar SNI, aspek estetika atau bentuk genteng yang harus menyesuaikan kebutuhan konsumen rumah subsidi termasuk model flat, serta kesiapan dan konsistensi UMKM dalam memenuhi komitmen pasokan. Jangan sampai sudah ada komitmen, tetapi tidak semua pengrajin mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Wawan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka turut memberikan dukungan melalui fasilitasi proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tahapan uji kualitas akan dilakukan melalui audit lapangan dan pengujian produk guna memastikan genteng yang digunakan memenuhi spesifikasi teknis serta standar mutu yang ditetapkan.

BACA JUGA:DAK Rp29 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak Berat, Jalur Mudik Kuningan Mulus?

Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan Pemerintah Kabupaten Majalengka mendorong pembentukan skema kolektif, seperti koperasi pengrajin genteng, agar suplai dapat dihimpun dari beberapa pengrajin dengan standar kualitas yang sama. 

Skema tersebut diharapkan mampu memperkuat kepastian pasokan sekaligus meningkatkan daya saing pengrajin.

“Program gentengisasi diharapkan mampu mendorong kebangkitan industri genteng lokal, khususnya di Jatiwangi, baik dari sisi volume produksi maupun peningkatan nilai jual produk,” ujarnya.

Menurut dia, genteng produksi Jatiwangi dikenal memiliki daya tahan tinggi, bahkan dapat bertahan lebih dari 30 tahun. 

Selain itu, genteng tersebut memiliki kualitas estetika yang lebih mengkilap dalam jangka panjang serta memberikan kenyamanan termal bagi penghuni rumah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: