Yamaha_detail

Bantu Peternak, Disnakan dan KSU Cigugur Buat Eco Enzyme

Bantu Peternak, Disnakan dan KSU Cigugur Buat Eco Enzyme

Disnakan dan KSU Cigugur buat eco enzyme-M Taufik-

Radarkuningan.com, KUNINGAN - Para pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Cigugur bersama Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Kuningan bersama-sama membuat cairan eco enzyme untuk penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang semakin merajalela. 

Bertempat di salah satu ruangan kantor Disnakan, proses pembuatan cairan sejuta manfaat tersebut didampingi relawan dari Komunitas Eco Enzyme (KEE) Kuningan. Dengan memanfaatkan sekitar 20 kilogram bahan organik berupa limbah kulit buah dan sayuran dari tukang rujak dan pedagang di pasar, ditargetkan cairan eco enzyme yang dihasilkan nanti bisa mencapai 100 liter. 

BACA JUGA:Hollywings Pakai Nama Muhammad dan Maria untuk Promosi Minuman Keras

"Bahan pembuatan eco enzyme ini sangat mudah dan murah, yaitu hanya molase atau gula merah dicampur bahan organik berupa kulit buah-buahan dan sayuran segar yang tidak terpakai dan air bersih dari sumur, jangan air PAM. Perbandingannya 1:3:10. Kemudian didiamkan untuk proses fermentasi di dalam wadah plastik yang bersih selama 3 bulan," ungkap Dendie Warsita dari Komunitas Eco Enzyme Kuningan dalam arahannya.

Setelah tiga bulan proses fermentasi, lanjut Dendie, cairan eco enzyme sudah bisa dipanen dan diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari dan juga kesehatan. Terutama di masa wabah PMK seperti sekarang, cairan eco enzyme bisa dipakai sebagai disinfektan dan pengobatan terhadap sapi yang terpapar.

BACA JUGA:Lee Minho dan Puput Menikah Lalu Viral karena Dikira Artis Korea

"Kalau untuk disinfektan, pengaplikasiannya 1:1000 atau 1 ml eco enzyme dicampur dengan 1.000 ml air. Sedangkan untuk pengobatan luka di mulut sapi menggunakan komposisinya 1:500, kemudian disemprotkan menggunakan sprayer. Sedangkan untuk pengobatan luka luar seperti di kaki dan kuku, bisa dioleskan eco enzyme murni. Insya Allah dalam beberapa hari luka langsung kering dan sapi kembali bisa makan," ujar Dendie.

Sementara itu Ketua KSU Karya Nugraha Iding Karnadi mengaku sudah merasakan langsung khasiat eco enzyme tersebut. Dari 35 ekor sapi di kandangnya yang terpapar, kini sudah berangsur membaik setelah sepekan yang lalu diberi cairan eco enzyme hasil bantuan dari KEE Kuningan.

BACA JUGA:Update Harga Sembako Kabupaten Kuningan Kamis 23 Juni 2022, Harga Daging Ayam Berangsur Turun..

"Alhamdulillah, setelah tiga hari diberi eco enzyme sapi-sapi saya kembali mau makan. Memang untuk yang di bagian kaki setelah lima hari baru terlihat perubahannya, lukanya mengering dan berangsung sembuh," ungkap Iding.

Iding menambahkan, pihaknya bersama peternak lain sangat tertarik untuk membuat eco enzyme setelah mengetahui manfaat dari cairan ajaib tersebut. Terlebih saat ini ketersediaan obat-obatan dan vitamin sudah semakin menipis.

BACA JUGA:Tim Basket Alcatraz Maju Ke Babak Final 3X3 Regional Bandung

"Penyebaran PMK semakin meluas, sementara ketersediaan obat-obatan sudah semakin menipis begitu juga bantuan dari pemerintah belum datang. Sambil menunggu bantuan dan program vaksinasi dari pemerintah, tidak ada salahnya kami melakukan pengobatan dengan cara alternatif menggunakan eco enzyme ini," ujar Iding.

Senada disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Kuningan Dadi Hariadi, pihaknya tergerak untuk membantu para peternak sapi yang kini semakin merana akibat wabah PMK. Dikatakan, semua persediaan obat-obatan dan vitamin untuk ternak sapi telah dibagikan kepada para peternak sehingga cairan eco enzyme ini bisa menjadi soluli alternatif.

Sumber: