Macan Tutul Masih Banyak Dijumpai di Kuningan, Salah Satu Lokasinya di Bukit Sarongge

Macan Tutul Masih Banyak Dijumpai di Kuningan, Salah Satu Lokasinya di Bukit Sarongge

Bukit Sarongge Kuningan menjadi habitat macan tutul Jawa. Foto hanya ilustrasi. -KSDAE-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas), ternyata masih banyak dijumpai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Salah satunya ada di Bukit Sarongge, Kecamatan Ciniru.

Bukit ini persisnya terletak di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan. Kawasan ini, sebagain masih hutan belantara, yang cocok untuk hidup sejumlah hewan besar, termasuk macan tutul.

Kawasan ini masuk hutan yang dikelola oleh Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kuningan. Tepatnya oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Garawangi, Resot Pemangkuan Hutan (RPH) Ciniru.

Adanya macan tutul di kawasan hutan Bukit Sarangge tersebut terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Peni Apriyani, Iing Nasihin dan Deni Deni.

BACA JUGA:3 Obat Ampuh Mengatasi Sakit Mata Untuk Kucing Belekan

Para peneliti berasal dari Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Dalam penelitian tersebut mengambil judul: “Keanekaragaman Mamalia Besar di Kawasan Bukit Sarongge RPH Ciniru, BKPH Garawangi, RPH Ciniru”.

Jika melihat kawasan tersebut, masuk akal kalau masih bisa dijumpai binatang besar. Yang menarik di kawasan hutan di Kuningan belahan timur ini, masih bisa dijumpai macan tutul.

Penelitian tersebut memang tidak hanya difokuskan pada macan tutul. Tetapi pada mamalia besar yang memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram. 

Disebukan, keberadaan mamalia sangat berperan penting dalam keseimbangan ekosistem alam. Karena mamalia jenis ini memiliki peranan ekologis sebagai indikator kerusakan habitat dan pencemaran udara.

BACA JUGA:Bukan Hanya 4 Desa Ini yang Hilang, Akibat Letusan Gunung 1961, Ada 1 Dusun Juga Lenyap

Tumbuhan juga berperan bagi keberlangsungan hidup mamalia sebagai sumber makanan. Bahkan hewan karnivora sesungguhnya sangat bergantung pada tumbuhan karena makanannya merupakan hewan herbivora.

Misalnya, babi hutan masih sangat dibutuhkan oleh macan tutul. Salah satu makanan macan tutul adalah babi hutan. 

Salah besar jika, babi hutan dijadikan ajang perburuan. Jika babi tersebut menipis, macan tutul akan masuk ke kawasan pemukiman warga. Mencari binatang ternak dan unggas yang bisa dimangsa.

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis mamalia besar. Juga struktur vegetasi sebagai penyedia pakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: