Ini Jawaban Tegas Kepala BPKAD Kuningan: Gagal Bayar Bukan Prestasi

Jumat 09-01-2026,17:34 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Agus Sugiarto

Pernyataan ini menyiratkan bahwa kegagalan pelaksanaan program bukan sekadar teknis, melainkan konsekuensi dari tekanan fiskal struktural.

BACA JUGA:Sono Keling Diburu, Ciremai Kembali Terancam Pembalakan Ilegal

BACA JUGA:Tunda Bayar Ditutup, Utang Dibuka: DPRD Kuningan Wanti-wanti APBD 2026 Masuk Zona Rawan

Tekanan APBD semakin berat setelah transfer pusat dan provinsi dipangkas sekitar Rp60 miliar.

Akibatnya, sejumlah kegiatan harus dibatalkan demi menghindari gagal bayar jilid keempat.

Lebih tajam lagi, Deden mengungkap fakta krusial yang jarang disampaikan ke publik: APBD 2025 dimulai dari posisi minus Rp268 miliar, akibat kewajiban jangka pendek tahun 2024 yang diwariskan ke tahun berikutnya.

"Untuk  pinjaman jangka menengah merupakan reaksasi tekanan fiskal warisan lama tentunya sudah diskemakan pembayarannya setiap tahun," ujarnya. (*)

Kategori :