Haris menyebut instansi dimana pasutri ASN akhirnya berada dalam satu lingkungan kantor yang sama.
BACA JUGA:Batalyon Plus Hadir di Cilimus, TNI AD Perkuat Pangan dan Logistik dari Desa
BACA JUGA:218 Kepala Sekolah Dikukuhkan, Bupati Kuningan: Mutasi Jabatan Tak Perlu Disakralkan
"Instansinya adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Suaminya Kepala Bidang sedangkan istrinya staf di dinas yang sama," sebutnya.
Catatan tersebut menjadi sinyal bahwa konsolidasi birokrasi tidak cukup hanya dengan rotasi jabatan, tetapi juga perlu mempertimbangkan prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat.
Selain retreat, Haris juga memprediksi akan ada promosi lanjutan ke jabatan Eselon II melalui skema Manajemen Talenta. Sejumlah pejabat Eselon III disebut berpeluang naik kelas dalam waktu dekat.
“Potensi promosi ke Eselon II kemungkinan berasal dari posisi Sekretaris Dinas, Kepala Bagian, dan Kepala Bidang. Waktunya diperkirakan sebelum bulan Ramadan,” ujarnya.
BACA JUGA:Ini Jawaban Tegas Kepala BPKAD Kuningan: Gagal Bayar Bukan Prestasi
BACA JUGA:Daftar Harga Sembako di Kuningan, Daging Ayam dan Minyak Kompak Turun
Jika prediksi ini terealisasi, maka retreat Eselon III tak hanya menjadi ajang pembekalan, tetapi juga pintu awal seleksi kepemimpinan birokrasi level lebih tinggi.
Retreat bagi ratusan pejabat Eselon III ini menjadi ujian serius bagi komitmen reformasi birokrasi Pemkab Kuningan.
Apakah kegiatan ini mampu melahirkan aparatur yang lebih solid, profesional, dan bebas konflik kepentingan—atau sekadar menjadi agenda pasca mutasi tanpa dampak nyata—akan terlihat dalam waktu dekat. (*)