Populasi Ikan Dewa Cigugur Tinggal 200 Ekor?

Kamis 12-02-2026,10:27 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Sejak kematian masal ikan dewa yang ada di Balong Girang Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, populasi hewan ikonik milik Kota Kuda tersebut diperkirakan tinggal 200 ekor.

Ikan dewa yang mati massal secara mendadak sejak Kamis 29 Januari 2026 lalu, hingga kini sekitar 200 ekor yang masih hidup.

Terjadinya perubahan cuaca ekstrem dan adanya serangan parasit pada tubuh ikan, disebutkan menjadi penyebab hewan air tersebut mati secara masal.

Dari awalnya sekitar 1.000 ekor Ikan Dewa yang berada di Kolam Keramat Cigugur,  diperkirakan sebanyak 800 ekor telah mati dalam dua pekan terakhir. 

Hingga Rabu 11 Februari 2026, angka kematian ikan dewa masih dilakukan pencatatan oleh pengelola kolam.

BACA JUGA:Sungai Cikaro Meluap, 50 Rumah di Cibingbin Kuningan Terendam

Hal tersebut dijelaskan Rohman Sutadi, selaku Manager Operasional Balong Girang Cigugur, Kabupaten Kuningan.

"Ini hari ke-14, sampai hari ini ikan dewa yang mati itu tadi sekitar 800 lebih. Kalau misalkan populasi ikan ada seribu, yang mati 800-an berarti tinggal 200-an,” ujar Rohman, Rabu 11 Februari 2026.

Ia menambahkan, langkah penanganan terus di lakukan, dan kini tengah dalam proses pengurasan kolam. Upaya tersebut dilakukan karena indikasi awal menunjukkan adanya bakteri, sehingga solusi yang dinilai paling tepat adalah dengan mengeringkan kolam.

Adapun upaya pengurasan kolam, pegelola mengalami kesulitan mengingat posisi saluran pembuangan air lebih tinggi dari kolam.

Dengan begitu, target awal pengeringan selama dua hari pun meleset dan kini sudah hampir satu minggu masih terus dikerjakan.

BACA JUGA:Syarat Mendapatkan Helm Gratis dari Polisi, Simak!

"Secara teori perikanan, kebutuhannya memang harus dikeringkan. Mudah-mudahan minggu depan sudah optimal lagi," katanya.

Ia menjelaskan, pengeringan kolam memiliki dua manfaat utama, yakni untuk membunuh bakteri serta membuka kembali mata air yang sebelumnya sempat ditutup. 

Rohman juga menyampaikan masukan dari masyarakat agar lubang mata air yang konon pernah ditutup dapat dibongkar kembali.

Kategori :