Populasi Ikan Dewa Cigugur Tinggal 200 Ekor?

Kamis 12-02-2026,10:27 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

Menurut Rohman, ikan yang mati bakal terus terjadi jika cuaca ekstrem terus melanda kawasan Kabupaten Kuningan dalam beberpa hari kedepan.

Meskipun upaya pencegahan sudah dilakukan, pihaknya tidak bisa menjamin kesehatan ikan bisa terjaga jika cuaca ekstrem terus melanda Kuningan.

"Apabila cuaca masih seperti ini, kemungkinan masih bisa terjadi (ikan mati). Karena kita tidak bisa memprediksikan treatment kita ini tepat atau tidak, berdampak atau tidak. Kita belum bisa memastikan itu," ucapnya.

Sementara itu, fenomena ikan dewa mati secara massal tersebut, membuat pihak Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskatan) Kabupaten Kuningan, turun melakukan investigasi.

Kepala Bidang (Kabid) Diskatan Kuningan, Deni Rianto menjelaskan, dari hasil pengamatan pihaknya, ikan yang mati dikarenakan terdapat parasit berupa cacing jangkar (Lernaea sp.) di dalam tubuh ikan.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan, terdapat parasit di dalam tubuh ikan," ucap Deni ketika dimintai keterangan.

Adapun penyebab munculnya parasit di dalam tubuh ikan, sambungnya, dikarenakan debit air yang masuk ke kolam ikan dinilainya kurang mencukupi.

"Selain itu, sirkulasi airnya kurang bagus sehingga parasit bisa muncul," tegasnya.

Satu hal penyebab ikan bisa mati, sebut Deni, dikarenakan asupan nutrisi atau pakan ikan yang dinilainya kurang terpenuhi.

"Bisa dilihat ikannya kurus-kurus, kalau ikan kurang pakan pasti cepat terserang penyakit," ungkapnya.

Deni menambahkan, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Kuningan, turut berperan dalam kematian ikan dewa yang mencapai puluhan ekor itu.

Jika hujan turun dengan intensitas tinggi terus terjadi, Deni menduga kemungkinan besar ikan yang mati bisa terus terjadi.(*)

Kategori :