Populasi Ikan Dewa Cigugur Tinggal 200 Ekor?

Kamis 12-02-2026,10:27 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

Seperti diberitakan sebelumnya, kematian ikan dewa secara masif yang terjadi kali ini, merupakan fenomena pertama dalam 15 tahun terakhir.

Hal tersebut diakui langsung oleh Rohman Sutadi, yang juga merupakan pengelola salah satu tempat wisata pemandian alami di Kabupaten Kuningan.

Di awal kejadian, menurut Rohman, total ikan yang mati mencapai kurang lebih 50 ekor, terjadi secara berturut-turut dalam 3 hari sejak Kamis 29 Januari 2026.

Rohman menjelaskan, cuaca ekstrem yang melanda kawasan setempat dalam beberapa terakhir, menjadi pemicu kematian ikan dewa.

"Dalam tiga hari terakhir, cuaca sangat ekstrem, hujan turun dari pagi hingga malam bahkan sampai pagi lagi menyebabakan cuaca buruk. Dimulai pada Kamis (29/1) ikan sudah banyak yang mati," jelas Rohman.

Menurut Rohman, ikan yang mati terjadi secara mendadak. Karena dalam pengamatannya, aktivitas hewan air tersebut tampak seperti biasa di hari sebelumnya.

"Ikan tidak ada yang aneh. Tapi pas di hari Kamis pagi (29/1) ada 14 ekor ikan yang sudah mati," ungkapnya.

Kondisi tersebut kemudian berlanjut di hari berikutnya. Rohman menyebutkan, total sekitar 50 ekor ikan dewa yang mati.

Untuk mengantisipasi kejadian berlanjut, pihaknya kini melakukan karantina terhadap sisa ikan yang masih hidup.

Berbagai upaya pencegahan dilakukan pihak pengelola terhadap ikan yang masih hidup, dengan menempatkan di kolam khusus.

"Kita melakukan treatmen dengan penggaraman dan herbal. Mudah-mudahan bisa mengembalikan kondisi habitatnya," sebut Rohman.

Untuk jumlah populasi ikan dewa secara keseluruhan, Rohman menyebutkan ada sekitar 1.000 ekor dalam kolam berukuran 500 meter persegi itu.

Diakui Rohman, kejadian mati secara massal sekarang ini, menurutnya merupakan kejadian pertama kali dalam 15 tahun terakhir.

"Mungkin dalam 15 tahun terakhir ini, baru terjadi sekarang dengan jumlah kematian yang cukup masif," paparnya.

Adapun ikan-ikan yang sudah berupa bangkai, pihaknya memutuskan untuk memusnahkan dengan cara dikubur.

Hal tersebut sebagai pencegahan agar penyakit yang menyerang ikan dewa, tidak menyebar kepada ikan-ikan lain yang berada di kolam pemandian.

Kategori :