Ini apabila hasil pemeriksaan menemukan persoalan dalam penyediaan makanan.
BACA JUGA:174 Pejabat Fungsional Kuningan Dilantik, Ini Pesan Bupati Dian
BACA JUGA:Kabar Baik! Jalan Mantaja-Japara Segera Disurvei Bina Marga Provinsi Jabar
Penghentian tersebut akan dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil.
Langkah itu menjadi bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan pelaksanaan program MBG tetap memperhatikan keamanan makanan bagi para penerima manfaat.
Pemerintah belum menyimpulkan bahwa makanan MBG merupakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para pelajar.
Kepastian mengenai penyebab kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penelusuran lebih lanjut.
BACA JUGA:Karnaval Budaya Kuningan, PAM Tirta Kamuning Bawa Solusi Air di Tengah Kemarau Panjang
BACA JUGA:Dana Desa Menyusut, Toto Suharto Dorong KDMP Jadi Penopang Desa
30 Pelajar Mengalami Keluhan Kesehatan
Berdasarkan perkembangan terbaru, jumlah pelajar yang mengalami keluhan kesehatan mencapai 30 orang.
Mereka terdiri dari 29 siswa SMP dan satu siswa SD. Namun, tidak seluruh pelajar tersebut harus menjalani perawatan di Puskesmas Ciwaru.
Camat Ciwaru sekaligus Ketua Satgas MBG Kecamatan Ciwaru, Rusmiadi, mengatakan sebanyak 15 siswa mendapatkan penanganan di puskesmas.
Sementara 15 pelajar lainnya telah mendapat penanganan di sekolah dan diperbolehkan pulang.
BACA JUGA:Uniku Bawa Pesan Bersih dan Jujur di Karnaval Budaya Kuningan
BACA JUGA:AGN Terima Penghargaan Tokoh Pinunjul Kuningan, Ini Kontribusinya