“Yang ditangani di puskesmas hanya 15 siswa. Yang lainnya setelah diobati di sekolah bisa pulang. Semuanya sudah mendingan,” ujar Rusmiadi.
Para siswa yang masih berada di Puskesmas Ciwaru menjalani observasi dan pemantauan. Kondisi mereka dilaporkan terus membaik.
Penanganan medis dilakukan untuk memastikan kondisi para pelajar tetap terpantau setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Menunggu Hasil Pemeriksaan Sampel Makanan
Meski keluhan kesehatan terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG, pemerintah belum menetapkan makanan tersebut sebagai penyebabnya.
BACA JUGA:Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh-Jakmania Hindari Konvoi
BACA JUGA:Kelapa Genjah Kuningan Diperluas, Kini Jadi 550 Hektare
Sampel makanan telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi salah satu dasar untuk mengetahui apakah terdapat persoalan dalam makanan yang disalurkan kepada para siswa.
Bupati Dian juga menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas pemerintah daerah.
Evaluasi terhadap dapur SPPG akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang sedang berjalan.
Jika nantinya terbukti terdapat pelanggaran atau persoalan dalam penyediaan makanan, pemerintah daerah menyatakan siap mengambil tindakan tegas.
BACA JUGA:CFD Kuningan Ditiadakan, Sekda Uu: Ada Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan
BACA JUGA:Persib vs Persija di GBK, BOBOKO Kuningan Imbau Bobotoh Tetap di Rumah
Salah satu tindakan yang disiapkan adalah menutup dapur SPPG yang terbukti bermasalah.
Pemerintah berharap program MBG di Kuningan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi para siswa, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan memenuhi aspek keamanan dan kualitas.
Dengan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami 30 pelajar tersebut belum dapat dipastikan. (*)