Peringati Hari AIDS Sedunia, Pemkab Salurkan Ratusan Paket Sembako

Peringati Hari AIDS Sedunia, Pemkab Salurkan Ratusan Paket Sembako

KUNINGAN–Bagian Kesra Setda Kuningan menyalurkan bantuan paket sembako kepada Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). Penyaluran paket sembako diberikan simbolis oleh Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi di Wisma Permata Kuningan, Selasa (1/12). Pemberian paket sembako ini dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia. Adapun penerima sembako adalah ODHA yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya Edelweis Kuningan.

Kabag Kesra Setda Kuningan H Nunung Nurjati SPd MSi menjelaskan, kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia khususnya di Kuningan, akibat disebabkan penyebaran virus HIV. Sehingga perlu diperkuatnya kolaborasi, solidaritas dan kontribusi seluruh stakeholder dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Kuningan.

“Tujuan diadakan kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia ini, sebagai upaya mencegah HIV dan AIDS untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di masyarakat. Kemudian juga meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi AIDS yang disebabkan virus HIV, mengenang mereka yang telah meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit HIV/AIDS, serta untuk memberikan rasa kepedulian sosial terhadap ODHA,” sebutnya.

Sasaran kegiatan kali ini adalah anggota dan pengurus KPA Kuningan. Sekaligus 225 ODHA yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya Edelwies Kuningan.

Sementara Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi mewakili Bupati H Acep Purnama menyampaikan, momentum Hari AIDS Sedunia ini dijadikan sebagai ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap penderita HIV/AIDS atau disebut ODHA. Terdapat 225 paket sembako diberikan kepada ODHA yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya Edelwies Kuningan.

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah bagi mereka yang terpapar HIV/AIDS. Kami juga telah mengeluarkan kebijakan kaitan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, yakni melalui Perda Kuningan nomor 8 tahun 2015 tentang penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS,” ujar Nurjati.

Pihaknya terus mendorong seluruh stakeholder yang ada, agar secara bersama-sama ikut berkontribusi dalam penanggulangan HIV/AIDS. “Jangan hanya KPA, Dinas Kesehatan, LSM dan Warga Peduli AIDS, karena hanya mampu menanggulangi dari segi kesehatannya saja. Tidak bisa menanggulangi ekonomi dan psikososialnya, semua harus bahu membahu dan bekerja sama untuk penanggulangan dan pencegahan ini,” tandasnya.

Oleh sebab itu, dia menekankan, bahwa perda tersebut harus bisa dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat. Sebab dari data yang ada, kasus HIV/AIDS cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Semua kasus dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2020 itu sebanyak 473 kasus. Untuk itu, perlu adanya self assessment melalui tes VCT bagi masyarakat,” pungkasnya. (ags/adv)

https://www.youtube.com/watch?v=iCXB1KbM37M&t=1s

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: