Sekda Kaji Risiko Bencana Daerah

Sekda Kaji Risiko Bencana Daerah

KUNINGAN–Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi memimpin kegiatan kajian risiko bencana daerah di Wisma Permata, kemarin (22/12). Hadir pula Kepala Pelaksana BPBD Indra Bayu Permana SSTP, BPBD Pemprov Jabar, camat, serta sejumlah narasumber dan peserta rakor.

Hal ini penting dilakukan, untuk meningkatkan  pengetahuan wawasan serta pemahaman aparatur pemerintah mengenai karakteristik bencana dalam upaya penetapan tipologi daerah rawan bencana. Sekaligus merumuskan dan menetapkan substansi, kriteria dan standar perencanaan dalam penanggulangan bencana melalui kajian risiko bencana.

Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar menyampaikan, keberadaan wilayah Kabupaten Kuningan dengan luas kurang lebih 119.571,12 hektare memang memungkinkan terjadi bencana alam. Apalagi dilihat dari kondisi geografis, geologis, klimatologis, hidrologi  dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana baik disebabkan oleh alam, faktor nonalam, maupun faktor ulah manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa.

“Kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan wilayah. Bahkan menurut catatan dari BNPB, Kabupaten Kuningan menduduki rangking indeks rawan bencana urutan ke 15,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menambahkan, jika sejumlah wilayah di Jawa Barat khususnya Kuningan memang rentan terhadap ancaman bencana alam. Jenis kebencanaan itu antara lain banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, gempa bumi, letusan gunung api, kebakaran, kekeringan hingga angin puting beliung.

“Sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang SOTK BPBD, kami akan terus bekerja dan berjuang demi kemanusiaan dalam menangani kebencanaan. Bencana tidak mengenal ruang dan waktu, seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, peningkatan kualitas SDM khususnya aparatur penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam upaya penanggulangan bencana. Apakah hal itu dilakukan baik melalui pelatihan, sosialisasi, simulasi serta melakukan kajian bencana sebagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, media massa dan akademis. Peran dan tanggung jawab kelima sektor tersebut harus bersama-sama dalam penanggulangan bencana, agar proaktif mengubah paradigma dari penanganan darurat menjadi pengurangan risiko,” tutupnya.(ags)

https://www.youtube.com/watch?v=yz5L8uZzk5I&t=9s

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: