Yamaha_detail

Sosialisasi Literasi Keuangan, BNI Ajak Siswa Menabung

Sosialisasi Literasi Keuangan, BNI Ajak Siswa Menabung

--

Radarkuningan.com, KUNINGAN – PT Bank Negara Indonesia atau Bank BNI, menggelar sosialisasi literasi keuangan sekaligus juga membuka 2250 tabungan BNI Simpel (Simpanan Pelajar) dan peresmian program bank sampah. Acara dipusatkan di GOR H Tjetje Priatna kampus SMK Pertiwi Kuningan, Kamis (4/8).

Acara yang dikemas dalam program Kejar Prestasi Generasi Muda Indonesia (Kreasimuda) bertema Ayo Menabung Dengan Sampah ini, dihadiri Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin SH LLM, Kepala OJK Jawa Barat Indarto Budiwitono, Pemimpin BNI Wilayah 04 Bandung Maya Agustina, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuningan Wawan Setiawan SHut MT, Kepala SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto SE MSi beserta jajaran, serta ratusan perwakilan siswa dan siswi SMK Pertiwi Kuningan.

Kegiatan Kreasimuda dilaksanakan dalam rangka rangkaian Hari Indonesia Menabung Tahun 2022. Kegiatan ini juga dalam rangka peran serta aktif BNI dalam Simpel Goes to School. Dalam kegiatan tersebut dilakukan sosialisasi mengenai gerakan menabung dari OJK dan juga pengenalan program Ayo Menabung Dengan Sampah serta pengenalan produk dan layanan perbankan oleh BNI. 

Pengenalan Program Ayo Menabung dengan Sampah ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak usia sekolah, dan mengajarkan anak-anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu inovasi yang diinisiasi oleh BNI dalam menggarap potensi ekosistem sekolah. 

Seluruh trasnaksi keuangan yang terjadi dikonversi menjadi cashless. Transaksi menabung dengan sampah menggunakan sistem keagenan dilakukan di MiniBank serta transaksi di kantin-kantin sekolah menggunakan mesin EDC. 

Selain sosialisasi mengenai menabung dan produk serta layanan perbankan, dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan dialog interaktif antara OJK dan BNI dengan siswa-siswi SMK Pertiwi Kuningan. Siswa yang hadir, masing-masing telah memiliki rekening BNI Simpanan Pelajar. 

Kegiatan tersebut diakhiri dengan simulasi transaksi menabung Sampah di Bank Mini Sekolah yang sudah menjadi Agen46 oleh beberapa perwakilan siswa yang hadir. Antusiasme siswa sangat tinggi dan mendapat respon yang postitif juga dari orang tua siswa, karena menanamkan budaya menabung sejak dini yang unik dan menarik. 

BNI Simpanan Pelajar, merupakan produk tabungan yang diinisiasi oleh OJK dan dikolaborasi bersama dengan BNI yang ditujukan untuk segmen siswa/pelajar mulai usia tingkat PAUD sampai dengan sekolah menengah tingkat atas atau yang setara. 

Fitur yang menarik, persyaratan yang diharapkan dapat mendorong minat menabung dan edukasi menabung sejak dini bagi para siswa/pelajar. Peran BNI dalam kolaborasi ini adalah memastikan adanya nilai tambah yang dapat diterima oleh seluruh siswa, yakni memberikan kemudahan bagi anak-anak tersebut untuk menabung melalui pemberian rekening yang dilengkapi berbagai fasilitas perbankan.

Sementara itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya kepada BNI yang telah melaksanakan kegiatan tersebut di SMK Pertiwi Kuningan, dalam rangka mempersiapkan diri para siswa dalam keuangan melalui tabungan BNI, termasuk program bank sampah.

“Gerakan kolaborasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran tentang lingkungan yang sehat, disertai literasi keuangan secara dini kepada anak-anak kita tercinta, khususnya untuk siswa dan siswi SMK di Kuningan,” ujarnya.

Menurut Bupati, gerakan pengelolaan bank sampah secara digital ini dapat sukses dengan memaksimalkan peran para pelajar. Karena melalui gerakan menabung sampah, secara tidak langsung pelajar dapat belajar menabung untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk biaya sekolah.

“Edukasi literasi keuangan kepada generasi muda ini sangat bermanfaat, agar anak-anak kita dapat mengelola keuangannya dengan bijak, dan dapat membedakan keinginan dan kebutuhan,” harap Bupati Acep.

“Dengan kegiatan ini pula para generasi muda dapat melek keuangan, sehingga dapat mengelola keuangannya secara teratur dan mampu mencapai kesejahteraan hidup di masa yang akan datang,” imbuhnya. (muh)

Sumber: