Ini Kata Asprov Jabar, Pesik-Persima Jadi Juara Ketiga Bersama

Ini Kata Asprov Jabar, Pesik-Persima Jadi Juara Ketiga Bersama

Surat dari Asprov PSSI Jabar. (Istimewa)--

Radarkuningan.com, KUNINGAN- Insiden pelemparan bus Pesik Kuningan oleh sekelompok orang yang diduga suporter tuan rumah, rupanya dipantau Asprov PSSI Jawa Barat.

Bukan hanya soal pelemparan, Asprov juga sudah mendapatkan data data selama berlangsungnya pelaksanaan putaran Liga 3 Seri 2 Jawa Barat di Stadion Bima, Kota Cirebon yang dianggap tidak kondusif dari segi keamanan dan keselamatan para pemain serta tim ofisial.

Asprov PSSI Jawa Barat langsung menggelar rapat pada Kamis 29 September 2022 selepas laga PSGJ kontra Pesik Kuningan. Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa Pesik Kuningan dan Persima Majalengka tak perlu menggelar pertandingan.
 
 
Alasannya, pertimbangan keamanan di venue pertandingan. Pihak Asprov PSSI Jabar memutuskan, Pesik dan Persima sebagai juara ketiga bersama Liga 3 Jawa Barat Seri 2. 
 
Surat dari Asprov bernomor 130/PSSI-JBR/UD/106/IX-2022 ini ditujukkan ke manajer dan pelatih Pesik serta Persima. Dalam suratnya, Asprov merinci bahwa keputusan ini diambil setelah merujuk hasil rapat koordinasi Komite Eksekutif PSSI Jabar bersama Komtap Kompetisi dan Organizing Committe Liga 3 Jawa Barat tahun 2022 pada hari Kamis, 29 September 2022. 
 
 
"Menimbang saran dan masukan dari pihak keamanan setempat, dengan ini PSSI Provinsi Jawa Barat memutuskan pertandingan perebutan juara ketiga Liga 3 Jawa Barat Seri 2 tahun 2022 antara Persima Majalengka melawan Pesik Kuningan tidak dipertandingkan. Dan dianggap juara ketiga bersama Liga 3 Jabar Seri 2 tahun 2022," bunyi surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Asprov Jawa Barat, Dr Hilman Mauludin MUd. 
 
 
Surat tersebut mebdapat tanggapan dari Manajer Pesik, Abdul Haris yang juga menjabat sebagai Komdis Askab Kuningan. Haris menyambut baik langkah Asprov yang menghentikan pertandingan dan menunjuk juara bersama. Alasan dia, kondisi keananan di lokasi pertandingan sudah tidak memungkinkan dan insiden seperti kemarin bisa terulang kembali.  
 
"Ini langkah yang tepat. Keamanan pemain di atas segalanya. Sebelumnya kami punya usul agar pertandingan digelar di Kuningan. Tapi karena sudah ada keputusan, kami menghormatinya. Tak masalah pertandingan tidak digelar. Apalagi ini atas saran dan pertimbangan pihak keamanan setempat," tutur Haris.  (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: