Masyarakat Kuningan adalah Perantau Sejati, Turut Mendorong Lahirnya Bus Luragung Jaya

Masyarakat Kuningan adalah Perantau Sejati, Turut Mendorong Lahirnya Bus Luragung Jaya

PO Bus Luragung Jaya yang lahir menjawab kebutuhan transportasi para perantau dari Kabupaten Kuningan.-rafidz.photograp24/IG/Luragung Jaya Fans Club-radarkuningan.com

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Masyarakat Kabupaten KUNINGAN dikenal sebagai perantau tahan banting di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung hingga ke Pulau Sumatera.

Pergerakan masyarakat perantau dari Kabupaten Kuningan sejak tahun 1980-an juga turut melahirkan beragam perusahaan otobus (PO).

Salah satunya adalah yang paling tersohor yakni PO Luragung Jaya yang dimulai pada tahun 1982 untuk membawa masyarakat Kuningan ke Jakarta.

Bus legendaris ini, melayani rute Kuningan - Jakarta via Jalur Pantura sebelum Jalan Tol Cipali menyambung dengan Tol Jakarta Cikampek.

BACA JUGA:Unik, Desa di Kuningan Ini 60 Persen Warganya Merantau, Bekerja di ‘BRI’, Sebagian Besar Anak Muda

Perusahaan bus tersebut dirintis oleh H Ade Koesmapradja yang membeli unit bus bekas dari PO Serayu.

Pembelian unit bus tersebut, sekalian dengan izin trayek maupun dokumen lainnya. Sehingga di awal pendiriannya, belum memakai nama Bus Luragung Jaya.

Perusahaan tersebut baru berubah nama pada tahun 1990-an, tidak lagi menggunakan PO Serayu.

Ade Koesmapradja mengawali usaha dengan hanya 4 unit bus. Waktu itu, dia melihat potensi banyaknya masyarakat Kuningan yang merantau di Jakarta.

BACA JUGA:Potret Sederhana Rumah Keluarga Anies Baswedan di Kuningan, Pasti Sering Lewat Sini Cuma Tak Sadar

Padahal aslinya, Koesmapradja adalah pedagang hasil bumi. Bukan pengusaha sektor transportasi.

Lantaran jeli membaca pasar, dia pun berusaha untuk menghadirkan perusahaan transportasi rute Jakarta - Kuningan.

Namun, 4 unit bus tersebut ternyata tidak cukup. Terlalu banyak perantau yang bolak-balik Jakarta - Kuningan.

Bahkan banyak yang rela berdiri sepanjang perjalanan lebih 200 kilometer itu, demi pulang ke kampung halaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: