5 Fakta Leuweung Sancang, Hutan Paling 'Angker' di Pulau Jawa, Ada Tanaman Beracun dan Berbahaya

5 Fakta Leuweung Sancang, Hutan Paling 'Angker' di Pulau Jawa, Ada Tanaman Beracun dan Berbahaya

Leuweung Sancang merupakan kawasan hutan cagar alam yang dikenal angker dan penuh misteri.-Adrasa ID/Youtube - Tangkapan layar-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Leuweung Sancang seringkali dianggap sebagai hutan paling angker di Pulau Jawa, karena banyak kabut misteri yang menyelimuti cagar alam ini.

Keangkeran Leuweung Sancang juga kerap dikaitkan dengan kisah Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja ngahyang atau beralih ke alam maya.

Sejak itu, mitos dan cerita angker kerap menyertai Cagar Alam Leuweung Sancang. Sehingga membuat bulu kuduk siapapun merinding.

Meski kisah ngahyang Prabu Siliwangi merupakan cerita legenda, tetapi misteri lain masih menyelimuti cagar alam yang berada di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut ini.

BACA JUGA:Inilah 3 Merk Makanan Kucing Menjadi Buruan Pecinta Kucing Karena Memiliki Harga Murah dan Populer

Cerita legenda tersebut, rupanya sudah menjadi tabir alami bagi terjaganya ekosistem Hutan Sancang agar tetap lestari.

Apalagi, hutan atau leuweung ini menjadi salah satu tempat perlindungan terakhir untuk keanekaragaman hayati dan kelestarian flora dan fauna endemik dari Pulau Jawa.

Termasuk tanaman berbahaya seperti warejit yang dapat mengancam nyawa manusia.

Berikut adalah sederet fakta dari Leuweung Sancang, hutan paling angker di Pulau Jawa yang menyimpan banyak misteri.

BACA JUGA:Inilah Cara Mencampur Tanah Dengan Sekam agar Tanaman Subur, Perhatikan 3 Komposisi Berikut!

1. Hutan dataran rendah

Leuweung Sancang merupakan hutan dataran rendah yang berada di ketinggian di bawah 800 meter di atas permukaan laut.

Karena itu, ada beberapa kawasan di hutan ini yakni hutan dataran rendah dan hutan mangrove yang menjadi tempat berlindung bagi flora dan fauna endemik.

Area hutan mangrove yang menjadi pelindung terhadap terpaan gelombang laut, menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: