Hasil Survei Parameter Konsultindo, Elektabilitas Paslon Ridho-Kamdan Tertinggi, Capai 43,8 Persen

Rabu 09-10-2024,20:28 WIB
Reporter : Bubud Sihabudin
Editor : Agus Sugiarto

Agus mengatakan, survei ini diambil dalam rentang waktu tanggal 2 hingga 6 Oktober 2024 di 32 kecamatan dan mencakup 135 desa.

“Jumlah responden yang diambil mencapai 650 orang, memenuhi kaidah reppresentatif dan proporsional. Serta mewakili demografi maupun geografis,” kata Agus, Rabu 9 Oktober 2024.

“Akurasi dari survei dengan metodologi multi step random sampling ini tergolong tinggi dengan margin of error 4 persen memberikan  gambaran kondisi pemilih saat ini,” klaim dari lembaga survei tersebut.

BACA JUGA:Bahrain vs Timnas Indonesia, Ivar Jenner Umbar Optimisme

BACA JUGA:Kondisi Maarten Paes Membaik Jelang Timnas Indonesia vs Bahrain, Simak!

BACA JUGA:Kondisi Rumput di Kandang China Jadi Kendala Timnas Indonesia, Ini Kata Ketua BTN

Pertanyaan lain yang tak kalah menarik adalah sejauh mana tingkat popularitas para paslon. Ternyata  pasangan Ridho -Kamdan kembali menarik hati para responden.

Paslon nomor dua  unggul diangka 53,7 persen, disusul paslon nomor urut satu 53,7 persen, dan nomor urut tiga 11,2 persen.

Pertanyaan berikutnya adalah siapa paslon yang disukai, hasil ini masih linear dengan pertanyaan sebelumnya. Yaitu  43,5 persen responden memilih pasangan nomor dua , Ridho-Kamdan.

Kemudian 34,9 persen memilih paslon nomor 1, dan 12,8 persen memilih paslon nomor 3.

BACA JUGA:Indonesia vs Bahrain, Fakta: Skuad Garuda Tajam di Kandang Lawan

BACA JUGA:Sedihnya Pelatih Arema FC, Tak Satupun Pemain yang Dipanggil Timnas Indonesia

BACA JUGA:Upaya Jay Idzes Pertahankan Catatan Apik di Timnas Indonesia, Simak!

Ada satu hal yang cukup membedakan dari survei Parameter Konsultindo jika dibanding survei lainnya adalah semakin mendekati hari pelaksanaan pilkada, jumlah responden yang belum menentukan pilihan semakin berkurang.

Menurut Agus Aribowo, kondisi ini memberikan dua gambaran sekaligus. Pertama  mengindikasikan para pemilih mulai mengenali calon, mengenal rekam jejak, dan mulai menetapkan pilihan.

“Tepatnya di 50 hari menjelang hari pencoblosan. Indikasi kedua  berkaitan akurasi, antara hasil survey dengan realitas hasil pilkada. Dengan minimnya jumlah responden yang belum menentukan pilihan, hasil akhir dari perhitungan suara diprediksi tidak akan jauh berbeda,” tegas Agus. (*)

Kategori :