Pegiat Alam Dilatih Mountain Jungle Course

Pegiat Alam Dilatih Mountain Jungle Course

KUNINGAN-Puluhan pegiat alam dari sejumlah komunitas pecinta alam mengikuti kegiatan Mountain and Jungle Course (MJC), atau biasa diartikan sebagai kursus dasar gunung dan hutan. Pelatihan ini diadakan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuningan berkerjasama dengan Eiger Adventure Service Team (EAST) dan Badan SAR Nasional. Kegiatan Mountain Jungle Course yang diadakan selama delapan hari sejak Kamis (28/11) hingga Kamis (5/12) depan, terpusat di wisata alam Bumi Perkemahan Talaga Surian Desa Puncak Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Sejumlah materi yang disampaikan yaitu terkait etika di alam bebas, perencanaan perjalanan, perlengkapan dan perbekalan, navigasi medan, teknik dan praktek survival, hingga pertolongan pertama gawat darurat (PPGD). Balai TNGC Kuningan sebagai tuan rumah, didaulat sebagai pemateri yang diwakili Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan, San Andre Jatmiko. Para peserta diberi pembekalan mengenai materi pengenalan dan potensi Gunung Ciremai. “Selain diberikan materi itu, peserta juga diajak menonton film Aku Ciremai,” kata San Andre dalam keterangan persnya, Senin (2/12). Dirinya berharap, para peserta ini ketika akan melakukan aktivitas di alam bebas akan sadar, terhadap pentingnya kelengkapan, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan. Semoga para peserta dapat menerapkan keterampilan khusus dalam menghadapi kegiatan di alam bebas, dengan kondisi dan resiko tinggi apabila tidak dipersiapkan dengan baik. Humas Balai TNGC Kuningan Agus Yudantara menambahkan, jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan Mountain and Jungle Course sebanyak 56 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah dan sejumlah komunitas pegiat alam. “Peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 56 orang. Mereka berasal dari komunitas pegiat alam dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ikut juga perwakilan Polisi Kehutanan (Polhut), Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), dan pengelola jalur pendakian gunung Ciremai,” terangnya. Sesepuh Eiger, Kang Bongkeng menuturkan, pelatihan ini bertujuan memberikan dan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan peserta dalam penanganan SAR. Semoga peserta mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh, untuk dapat diterapkan di masing-masing daerah asal. (ags)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: