Jalintim Kuningan Kini Tak Punya Lagi Bukit Kembar, Pekerjaan Kontraktor Belum Selesai

Jalintim Kuningan Kini Tak Punya Lagi Bukit Kembar, Pekerjaan Kontraktor Belum Selesai

Jalintim Kabupaten Kuningan kini tidak memiliki bukit kembar setelah dipangkas.-Agus Sugiharto-radarkuningan.com

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COMJalan Lingkar Timur atau Jalintim Kabupaten Kuningan, kini tidak punya lagi bukit kembar yang menjadi ikon dari kawasan di sekitar Garatengah tersebut.

Pasca pekerjaan pemangkasan tebing dilakukan, tidak terlihat lagi adanya bukit kembar yang menjulang pada kedua sisi jalan baru tersebut.

Sebenarnya, tebing tersebut merupakan bagian dari bukit yang dilakukan pengupasan untuk akses jalan baru yang menembus dari Garatengah sampai dengan Karangmangu.

Namun karena tebing yang terlalu tega, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor dan menimbun badan jalan.

BACA JUGA:Hubungan Unik Harimau dengan Orang Jawa, Sumatera dan Bali, Diposisikan Terhormat, Dipanggil 'Mbah Buyut'

Akhirnya terhitung sejak akhir tahun 2023 dilakukan pemangkasan kemiringan tebing agar menjadi lebih landai.

Pekerjaan untuk pemangkasan tersebut sampai dengan Selasa, 23, Januari 2024 masih belum selesai. Pekerja masih melakukan pemasangan saluran drainase.

Saliran air ini untuk mencegah terjadinya longsor karena material tanah yang terbawa dari atas bukit ke badan jalan.

Pasca pemangkasan tersebut, kini terlihat area bukit kembar sudah terlihat landai. Bahkan tidak lagi terlibat ada tebing yang menjulang.

BACA JUGA:Inilah 6 Cara Melatih Kucing Kampung Agar Tidak Berak Sembarangan, Para Pemilik Kucing Kampung Wajib Simak!

Bukit yang ada di kanan dan kiri jalan tersebut, telah dipangkas dan dibuat menjadi 3 bagian dengan kemiringan masing-masing yang disesuaikan.

Perbaikan elevasi pada dinding tebing ini, dilakukan untuk menghindari terjadinya longsor di sekitar lokasi akibat curah hujan yang tinggi. 

Jarak antar trap sekitar satu meteran dari trap pertama hingga ketiga. Kemudian untuk mengalirkan air dari bagian atas bukit, dipasang saluran air dari beton dengan posisi berdiri menempel ke badan bukit.

Jika hujan deras, air langsung masuk ke saluran dan dibuang di bagian bawahnya. Landainya bukit kembar pasca pemapasan oleh rekanan, membuat pemandangan di ruas tersebut menjadi sangat berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: