Kelemahan Jepang Sudah Dibocorkan, Timnas Indonesia Tetap Kalah

Hasil pertandingan Indonesia vs Jepang berakhir dengan kedudukan 0-4. Sebelumnya kapten Jepang sudah bocorkan kelemahan timnya, namun gagal dimaksimalkan pasukan Shin Tae-yong.-Tangkapan layar video-Youtube
RADARKUNINGAN.COM - Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Padahal pemain Samurai Biru, Wataru Endo, sudah membocorkan kelemahan dari timnya.
Bermain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Skuad Garuda dipukul dengan skor telak 0-4 dari Samurai Biru, Jumat 15 November 2024.
Masing-masing babak, tercipta 2 gol yang bersarang di gawang Maarten Paes. Hingga pertandingan berakhir, Indonesia tidak mampu keluar dari tekanan Jepang.
Dengan kekalahan atas Jepang, Pasukan Shin Tae-yong (STY) tidak beranjak sebagai juru kunci grup C dengan raihan 3 poin.
BACA JUGA:Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia vs Jepang Ternyata Beda Sendiri, Ini Alasannya
Sebelum laga dimulai, kapten Jepang, Wataru Endo, justru blak-blakan membicarakan kelemahan timnya.
Endo bahkan menjelaskannya secara gamblang. Kelemahan itu berhasil dimanfaatkan Australia untuk membuat Samurai Biru merasakan kebobolan pertama kalinya di kualifikasi fase ketiga, pada 15 Oktober 2024 lalu.
Kelemahan itu berasal dari struktur pertahanan racikan pelatih Hajime Moriyasu. Karena menerapkan gaya bertahan satu lawan satu, Jepang sering meninggalkan lubang yang bisa dieksploitasi lawan.
"Kami bertahan dengan taktiks satu lawan satu secara agresif. Itu jadi kelebihan, tetapi ada kekurangannya juga bagi pertahanan kami," kata Endo dalam jumpa pers jelang laga, Kamis 14 November 2024.
BACA JUGA:Shopee 11.11 Big Sale: Penjualan Brand Lokal dan UMKM Melonjak 7,5 Kali Lipat
Kekurangan tersebut pada akhirnya berhasil dimanfaatkan Australia.
Jepang sempat kebingungan ketika banyak pemain lawan yang masuk ke area pertahanan. Alhasil, skema satu lawan satu menambah beban para pemain belakang.
Shogo Taniguchi yang dianggap lengah pun melakukan blunder hingga berujung gol bunuh diri.
"Waktu itu para pemain belakang bebannya sangat banyak. Kalau saya jadi dia (Taniguchi), pasti akan bingung juga," ujar Endo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: radarkuningan.com