Fraksi PKB Soroti Defisit RAPBD 2023

Fraksi PKB Soroti Defisit RAPBD 2023

Gedung DPRD Kuningan. (Istimewa)--

Radarkuningan.com, KUNINGAN- Fraksi PKB DPRD Kuningan menyoroti Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kuningan tahun 2023 yang mengalami defisit anggaran hingga Rp 500 miliar. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri Ketua PKB Kuningan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kuningan, Ujang Kosasih.
 
Ujang merasa heran lantaran defisit anggaran Kabupaten Kuningan masih cukup tinggi. Terlebih target penetapan APBD 2023 harus sudah dilakukan pada 30 November 2022.
 
“RAPBD tahun 2023 ini mengalami penurunan jika dibandingkan APBD tahun 2022. Di tahun 2022 APBD itu Rp 2,684 triliun, sedangkan RAPBD 2023 hanya Rp 2,668 triliun. Terjadi penurunan kurang lebih Rp 15 miliar,” ujar Ujang, Selasa 28 November 2022.
 
 
Disamping terjadi penurunan, RAPBD 2023 juga mengalami defisit anggaran senilai Rp 482 miliar. Fraksi PKB mempertanyakan soal defisit anggaran yang terjadi kepada pemerintah daerah. Soal defisit ini akan terus ditanyakan kepada eksekutif.
 
Ujang memaparkan, salah satu item pada RAPBD itu adalah mengenai pendapatan asli daerah. Jika dilihat, pendapatan asli daerah di tahun 2022 sebesar Rp 406,6 miliar. Namun di tahun 2023 ternyata hanya mampu naik 0,17 persen atau kurang lebih senilai Rp 700 juta
 
"Sehingga pada RAPBD 2023 pendapatan asli daerah sebesar Rp 407,3 miliar,” ucap politisi kawakan tersebut.
 
 
Pendapatan asli daerah terdongkrak oleh kenaikan dari sektor pajak daerah. Pajak daerah mengalami kenaikan sebesar 14 persen yakni dari semula Rp 103,3 miliar menjadi Rp 117,8 miliar. Aspek pendapatan daerah itu ada dari sektor pajak daerah dan retribusi. 
 
"Namun untuk retribusi daerah justru mengalami penurunan signifikan. Penurunan capaian retribusi daerah sekitar di angka Rp 15,1 miliar. Sehingga secara akumulasi pendapatan daerah di RAPBD 2023 hanya naik sebesar 0,17 persen," cetus Ujang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: