Jumlah Macan Tutul Gunung Ciremai Bertambah, BTNGC Sebut Warga dan Pendaki Tak Perlu Khawatir

Jumlah Macan Tutul Gunung Ciremai Bertambah, BTNGC Sebut Warga dan Pendaki Tak Perlu Khawatir

Jumlah macan tutul jawa di Gunung Ciremai bertambah. -Agus Sugiharto-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Jumlah Macan Tutul Jawa di Gunung Ciremai terindikasi bertambah menjadi 7 ekor sesuai dengan hasil pemantauan menggunakan camera trap

Kendati demikian, Balai Taman Nasional Gunung Cidemai (BTNGC) meminta warga sekitar dan pendaki tidak perlu khawatir dengan bertambahnya jumlah Macan Tutul Jawa atau panthera pardus melas.

Sebab, keberadaan Macan Tutul Jawa di Gunung Ciremai ada di lokasi rimba dan tidak bersinggungan dengan jalur pendakian. 

Meski diperkirakan jumlahnya 7 ekor, tetapi 3 individu macan tutul yang terdeteksi camera trap masih harus diverifikasi ulang, untuk memastikan apakah individu yang sama atau berbeda.

BACA JUGA:Macan Tutul Jawa Gunung Ciremai Dipantau 36 Camera Trap, Dipasang di Lokasi Ini

Kepala BTNGC, Maman Surahman mengatakan, 7 macan tutul yang terdeteksi adalah Rasi, Slamet Ramadhan, 2 individu penghuni asli Gunung Ciremai dan 3 individu penghuni asli yang baru terekam. 

"Macan tutul memiliki kecenderungan menjauh dari manusia. Mereka akan menghindar," kata Maman, kepada radarkuningan.com ketika ditemui di kantor BTNGC. 

Bertambahnya populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ciremai, tentu menjadi kabar baik bagi upaya konservasi dan mempertahankan ekosistem.

Pasalnya, Macan Tutul Jawa adalah bagian penting dari ekosistem Gunung Ciremai dan menjadi predator puncak dari rantai makanan, sekaligus menjaga keseimbangan alam.

BACA JUGA:Daya Jelajah Rasi dan Slamet Ramadhan Lebih Jauh dari Macan Tutul Jawa Asli Gunung Ciremai, Ini Penyebabnya

Lokasi habitat dari macan tutul tersebut jauh dari jalur pendakian maupun permukiman penduduk. Yang terpenting adalah masyarakat tidak mengusik bangsa alami dari Macan Tutul Jawa.

"Jadi kita cukup tidak memburu makanan dari Macan Tutul Jawa ini. Kalau makanan cukup, tidak akan turun ke permukiman," kata Maman.

Terkait lokasi spesifik keberadaan habitat Macan Tutul Jawa ini, Maman merahasiakannya. Dia mengungkapkan, habitat dan pergerakan karnivora besar ini, berada di areal Taman Nasional Gunung Ciremai mulai dari wilayah Kabupaten Kuningan sampai ke Majalengka. 

"Pokoknya di wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai, baik di wilayah Majalengka mapun di wilayah Kuningan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: