Tasawuf ala Buya Syakur Yasin, Hati dan Pikiran Layaknya Jasmani, Perlu Rutin Dibersihkan dari Kotoran Batin

Tasawuf ala Buya Syakur Yasin, Hati dan Pikiran Layaknya Jasmani, Perlu Rutin Dibersihkan dari Kotoran Batin

Tasawuf ala Buya Syakur Yasin untuk membersihkan kotoran batin.-Wammima Tv-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Buya Syakur Yasin mengungkapkan bahwa kotoran batin itu banyak yang melekat di hati dan pikiran manusia. Karena itu harus rutin dibersihkan, layaknya jasmani. 

Pengasuh Ponpes Candangpinggan, Kertasemaya, Kabupaten Indramayu ini menjelaskan, cara membersihkan kotoran batin itu berbeda dengan cara membersihkan kotoran badan. 

Katanya, tak terlalu sulit membersihkan kotoran batin. Cukup bertaubat, beristighfar dan memohon ampunan. 

Walau terlihat ringan, namun teramat berat untuk melakukannya secara rutin. Penyebabnya karena hati kotor, keras dan membeku.

BACA JUGA:Feedback Kucing Atas Kasih Sayang Majikan Dengan Ungkapan Terima Kasih, Inilah 3 Tingkah Kucing Teruwu

Begitulah sikap Buya. Seperti salah satu isi buku yang ditulis oleh pria yang 8 tahun tinggal di Tunisia ini. Buku tersebut berjudul “Berbagi Kebahagiaan, Mengenal Maqam-Maqam Tasawuf”.

Dalam buku tersebut, dimulai dari berharapan Buya Syakur agar umat Islam sudah tidak lagi memperselisihkan tentang mengharamkan filsafat dan tasawuf. 

Menurutnya, apapun agama seseorang silakan dijalankan sesuai keyakinan. Siapa yang masuk surga, siapa yang masuk neraka, semua itu Allah Swt yang memutuskan.

Buya pun mencontohkan, dalam realitas kehidupan sehari-hari, ada orang yang shalatnya rajin, tetapi maksiatnya jalan.

BACA JUGA:Aroma Busuk Menyengat Akibat Kucing Berak Sembarangan di Rumah, Atasi dengan 3 Kelemahan Kucing Ini!

Ada yang sering naik haji, tapi hobi adu ayam. Ada yang tiap tahun umrah tatkala tetanggga pinjam uang 10 juta, mesti kembali 15 juta.

Ditegaskannya lagi, masalah haram banyak yang orang tahu. Tetapi, tetap melanggar juga. Shalat hukumnya wajib, tapi sering meninggalkannya. Tahu bahwa berbakti kepada orang tua wajib, tapi sekarang semakin banyak anak yang melawan orang tua. 

Hal ini terjad,  menurut Syakur Yasin karena kekeliruan, ketidaksadaran dan melupakan firman Allah Swt sebagai berikut: “Di antara ciri orang yang mengenal diri adalah memahami asal-usulnya, sadar sekarang sedang apa, lalu sadar nanti mau ke mana,” tegasnya.

Menurut pria yang menyelesaikan program sarjananya di Kairo Mesir ini, hawa nafsu dan keserakahan dapat dikendaliakan dengan cara mengontrolnya. Membersihkan hati dan pikiran sama seperti membersihkan raga. Terdapat kotoran lahir yang ada di badan dan kotoran batin yang ada di hati dan pikiran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: