Inilah 5 Raja Pajajaran Pengganti Prabu Siliwangi, Termasuk Penguasa Terakhir Diserang Banten

Inilah 5 Raja Pajajaran Pengganti Prabu Siliwangi, Termasuk Penguasa Terakhir Diserang Banten

Raja terakhir di Kerajaan Pajajaran setelah Prabu Siliwangi. -Dzulham Fadoli-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Banyak yang menganggap, jika Prabu Siliwangi adalah satu-satunya Raja Kerajaan Pajajaran. Padahal masih ada 5 Raja lagi yang menjadi penguasa alias penerusnya.

Termasuk raja terakhir menghadapi serangan di medan laga. Raja itu kalah dalam mempertahankan Keraton Pajajaran dari serangan Kesultanan Banten

Raja terakhir itu juga menjadi bukti bahwa Pajajaran tidak berakhir pada masa Prabu Siliwangi. Hal itu juga membantah mitos jika Pajajaran habis bersamaan dengan Prabu Siliwangi Nga-Hyang menjadi Harimau Putih.

Walau, banyak yang yakin jika Prabu Siliwangi adalah raja Pajajaran yang sangat terkenal dan paling disengani. Namanya begitu diagungkan oleh masyarakat yang tinggal di Tatar Pasundan hingga sekarang ini.

BACA JUGA:Vietnam Simpan Dendam ke Timnas Indonesia Usai Dipulangkan dari Piala Asia 2023

Karena itu, untuk menelusuri Kerajaan Pajajaran, sangat penting mengetahui asal usul Prabu Siliwangi. Dari titik itulah bisa menjadi tonggak berdiri, besar dan berakhirnya Pajajaran.

Jika dilihat dari etimologis, Siliwangi, yang terdiri dari dua suku kata. Yakni kata “Silih” yang berarti pengganti dan kata “Wangi” bermakna Prabu Wangi. 

Siapa Prabu Wangi? Para sastrawan Sunda mengatakan Prabu Wangi merupakan julukan bagi Prabu Niskala Wastukancana. Dia adalah raja di Kerajaan Sunda - Galuh.

Ketika itu, kerajaan tersebut belum bernama Pajajaran, seperti yang dikenal sekarang. Prabu Wangi berkuasa di Kerajaan Sunda-Galuh antara tahun 1371 hingga 1475.

BACA JUGA:Wajib Coba Nih! 4 Sate Taichan di Kuningan Jawa Barat yang Enak dan Bikin Nagih

Lalu dari mana istilah Siliwangi. Nama Siliwangi memiliki arti pengganti pengganti Prabu Wangi itu julukan Prabu Jayadewata. Dia adalah cucu dari Prabu Wangi atau Wastukancana.

Jayadewata yang berkuasa pada periode 1482-1521 dianggap mewarisi kebesaran Wastukancana. Penyebabnya, karena dia berhasil mempersatukan kembali Sunda-Galuh dalam satu naungan bernama Pajajaran.

Para pujangga Tatar Pasundan menyebutkan, sebelum Prabu Jayadewata berkuasa, Kerajaan Sunda-Galuh sempat terpecah. Putra Wastukancana yang sekaligus ayah Prabu Jayadewata), Prabu Dewa Niskala, hanya menjadi penguasa kerajaan Galuh.

Kerajaan Sunda-Galuh dipersatukan lagi oleh Jayadewata. Karena itu, Jayadewata dipandang mewarisi kebesaran kakeknya, Prabu Wastukancana alias Prabu Wangi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: