Maria Ulfah, Wanita Berdarah Kuningan Lulusan Universitas Leiden Belanda di Balik Perundingan Linggarjati

Maria Ulfah, Wanita Berdarah Kuningan Lulusan Universitas Leiden Belanda di Balik Perundingan Linggarjati

Maria Ulfah Santoso, wanita pertama dari Kabupaten Kuningan yang merupakan lulusan Universitas Leiden dan memiliki peran penting di perundingan Linggarjati.-Yuda Sanjaya - Repro-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Kabupaten Kuningan patut bangga dengan pencapaian Raden Ayu Maria Ulfah alias Maria Ulfah Santoso AKA Maria Ulfah Soebadio Sastrosatomo yang merupakan lulusan Sarjana Hukum di Univesitas Leiden, Belanda.

Maria Ulfah menempuh studi sebagai Meester in de Rechten atau Sarjana Hukum di Universiteit Leiden Belanda.

Beres dari menempuh pendidikan tinggi di negeri kincir angin, Maria Ulfah lantas menjadi menteri termuda di Kabinet Sutan Sjahrir.

Saat itu, wanita kelahiran 18, Agustus 1911 ditunjuk menjadi sekretaris perdana menteri, kongres wanita hingga Ketua Panitia Sensor Film dan menjadi Menteri Sosial (Mensos).

BACA JUGA:Hutan Larangan di Gunung Ciremai, Mistis dan Disakralkan, Letaknya Tak Jauh dari 2 Objek Wisata Terkenal

Berdasarkan Ensiklopedia Kemendikbud, diketahui bahwa pertemuan Maria Ulfah dan Sjahrir memang terjadi di Belanda.

Sosok perempuan dari keluarga bangsawan dan anak Bupati Kuningan R Mohammad Ahmad (periode 1921 - 1940), sebenarnya diarahkan keluarga menjadi seorang dokter.

Tetapi, hati kecil Maria justru mengarahkannya pada jurusan ilmu hukum dan diterima di Universitas Leiden, Belanda.

Di universitas tersebut, Maria bertempuh dengan sejumlah tokoh nasional yang sedang memperjuangkan Kemerdekaan RI seperti Sutan Sjahrir, Haki Agus Salim hingga Muhammad Hatta.

BACA JUGA:5 Tanaman Pengusir Kucing Liar Memiliki Aroma Terapi Menenangkan, Namun Dibenci Kucing

Sepulangnya ke Indonesia, Maria tetap memilih peran penting. Mulai menjadi guru sekolah Muhammadiyah di Jakarta, sempat menjadi pegawai honorer pemerintah di Kabupaten Cirebon, lantas merintis Kantor Berita Antara bersama Adam Malik.

Dalam usaha kemerdekaan RI, Maria juga terlibat di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Di sana dia menjadi 2 orang perempuan yang terlibat dalam pergerakan bersama Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito.

Kiprahnya di BPUPKI juga tidak main-main. Selama Kongres BPUPKI yang berlangsung pada 28 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, turut membahas mengenai bentuk negara dan luas wilayah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: