Penyakit Ini Sering Mengincar Warga Usai Banjir, Waspada!

Penyakit Ini Sering Mengincar Warga Usai Banjir, Waspada!

Semua faktor itu berpotensi menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan.

BACA JUGA:Bangunan Eks SMU Kosgoro Bakal Ditempati SDN 17 Kuningan

Di Indonesia hewan penular utamanya adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. 

Pada musim hujan khususnya ketika banjir, tikus-tikus yang tinggal di lubang-lubang bawah tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia, yang mana kotoran dan kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut.

ISPA

Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, bila dalam kondisi berat kemungkinan disertai sesak napas, nyeri dada dan lainnya.

BACA JUGA:Sempat Ada Perbedaan, LPj Pelaksanaan APBD 2021 Akhirnya Disetuji DPRD Kabupaten Kuningan

Penyakit Kulit

Penyakit kulit yang dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lainnya bisa terjadi ketika dilanda banjir.

Saat banjir, kebersihan pun tak terjaga dengan baik. Penularan penyakit kulit dapat terjadi di tempat pengungsian di mana banyak orang berkumpul.

Demam Tifoid

Sebagai salah satu penyakit saluran cerna, demam tifoid bisa terjadi ketika lingkungan dilanda banjir, terlebih jika genangan air masuk ke dalam rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kemenkes