Yamaha_detail

Surili Jawa Masuk Kamar Warga di Setu Kulon, Diamankan Petugas Damkar

Surili Jawa Masuk Kamar Warga di Setu Kulon, Diamankan Petugas Damkar

Surili Jawa yang masuk ke rumah Warga Setu Kulon Kabupaten Cirebon-Tangkapan Layar Video-Radar Cirebon

CIREBON, RADAR KUNINGAN - Seekor Surili Jawa ditangkap petugas Damkar Kabupaten Cirebon setelah masuk ke rumah warga di Desa Setu Kulon, Selasa 2 Agustus 2022.

Petugas Damkar menduga, primata tersebut adalah hewan peliharaan yang lepas karena saat ditangkap di rumah warga Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon itu, cukup jinak.

Surili Jawa yang masuk ke rumah itu, sontak membuat warga Di Desa Setu Kulon geger dan melapor ke Damkar Kabupaten Cirebon.

 Petugas Damkar Kabupaten Cirebon lantas melakukan evakuasi Surili Jawa yang masuk kamar rumah, setelah menerima laporan dari warga Desa Setu Kulon.

Dugaan sementara, Surili Jawa tersebut adalah hewan peliharaan yang lepas. Sebab, saat dievakuasi petugas merasakan primata tersebut sudah cukup jinak.

BACA JUGA:Kasus DBD di Kuningan Meningkat, Satu Semester Capai 900 Kasus, 6 Meninggal Dunia

Laporan yang diterima Damkar Kabupaten Cirebon, Surili masuk ke dalam kamar rumah Yuni Wahyuni di Blok Kusuma Indah 03, Desa Setu Kulon saat yang bersangkutan sedang bersih-bersih.

Pemilik rumah yang ketakutan kemudian menghubungi petugas Damkar Kabupaten Cirebon Sektor Weru, dan langsung melakukan evakuasi.

Setelah berhasil di evakuasi, Surili Jawa tersebut kemudian diamankan ke Kantor Damkar Sektor Weru, Kabupaten Cirebon.

Komandan Regu 3 Damkar Sektor Weru, Helmi mengatakan, pihaknya menduga Surili Jawa tersebut merupakan peliharaan warga yang lepas.

"Menerima laporan pukul 08.00 WIB, dan berhasil dievakuasi 08.30 WIB saat surili tersebut berada di atas pendingin ruangan (AC) dalam kamar rumah tersebut," katanya.

BACA JUGA:Puluhan Tenaga Honorer Pemkab Kuningan Datangi Gedung Dewan

Menurut Helmi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA untuk mengamankan surili Jawa tersebut.

"Apabila dalam 1x24 jam tidak ada yang menjemput (pemilik surili), kami akan berkoordinasi dengan BKSDA untuk mengamankan surili ini," pungkasnya, dikutip dari RadarCirebon.Disway.id.

Sumber: Radar Cirebon