Ketua ICMI Kuningan: Gagal Bayar Jadi Bola Liar

Ketua ICMI Kuningan: Gagal Bayar Jadi Bola Liar

Ilustrasi. Pemerhati Kebijakan Hukum dan Daerah menilai pembentukan Pansus Gagal Bayar Pemkab Kuningan dianggap buang-buang waktu.-Ist-

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Kasus Gagal Bayar Pemkab KUNINGAN kepada pihak ketiga Tahun Anggaran 2022, mengundang perhatian publik.

Gagal bayar yang dialmi Pemkab Kuningan ini, menurut Bupati H Acep Purnama senilai Rp94 miliar dan akan segera diselesaikan.

Untuk mencari kejelasan, beberapa fraksi DPRD Kuningan mengusulkan dibentuk panitia khusus (Pansus) gagal bayar atau tunda bayar.

Selain itu, kasus gagal bayar juga dibahas oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indenesia (ICMI) Kuningan menggelar diskusi khusus.

BACA JUGA:Giliran Mahasiswa Soroti Gagal Bayar, Minta Penjelasan Langsung ke Anggota DPRD

BACA JUGA:INI DIA, Bunder dan Datar, Desa Penyuplai Pedagang Nasi Goreng Terbanyak dari Kuningan

Diskusi dengan tema 'Ngobrolkeun Pikiran Bareng ICMI' itu, menghadirkan sejumlah narasumber dari akademisi, birokrat dan politisi. 

Narasumber tersebut diantaranya, Sekda Kuningan, Dian Rahmat Yanuar, Akademisi Suawri Akhamdhian, dan Kepala BPKAD Kuningan, Asep Taufikurohman. 

Dalam ngobrol bareng ini juga dihadirkan tiga penanggap. Yaitu Anggota DPRD Kuningan, Yudi Budiana SH dan Deki ZA. Penanggap lainnya adalah Eman Sulaiman. Jumlah peserta diskusi ini sebanyak 65 orang.

Ketua ICMI Orda Kuningan, Nanan Abdul Manan mengatakan, kegaduhan masalah gagal bayar menjadi bola liar yang menjadi multi effect terhadap segala urusan masyarakat Kuningan. 

BACA JUGA:Kasus Gagal Bayar, Sekda Dian: Pemkab Kuningan Akan Bayar Bulan April, Tapi Bertahap

BACA JUGA:Pertarungan 40 Pendekar Melawan Orang Sakti di Gunung Puncak Manik

Terlebih munculnya pansus oleh legislatif seakan-akan bahwa 'gagal bayar' merupakan kegagalan tunggal yang dilakukan oleh eksekutif. 

Menurut Nanan, roda pemerintahan tentu tidak terlepas dari harmonisasi kerja antara legislatif dan eksekutif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: