Riwayat Suram Desa yang Penduduknya Habis Dimangsa Harimau Sunda

Riwayat Suram Desa yang Penduduknya Habis Dimangsa Harimau Sunda

Konflik manusia dan Harimau Sunda sudah terjadi sejak era kolonialisme Belanda.-WWF-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Konflik manusia dan harimau masih terus terjadi hingga saat ini. Persoalan ruang hidup menjadi pemicunya.

2 subspesies dari Harimau Sunda yakni Harimau Jawa dan Harimau Bali mengalami kepunahan, diantaranya karena konflik dengan manusia.

Oleh karena itu, saat ini hanya tersisa Harimau Sumatera yang berdasarkan taksonomi baru masuk dalam subspesies Harimau Sunda.

Konflik manusia dan Harimau Sunda sudah terjadi sejak tahun 1600-an. Kemudian memuncak ketika kolonialisme Belanda.

BACA JUGA:Harimau Sunda Terakhir di Pulau Sumatera di Tengah Konflik Tak Berkesudahan dengan Manusia

Pembukaan lahan untuk perkebunan dan permukiman menjadi penyebab konflik tersebut sedemikian sengit.

Karenanya, ada sebuah desa yang memiliki riwayat suram lantaran penduduknya nyaris habis dimangsa Harimau Sunda.

Peter Boomgard pada buku Frontiers of Fear: Tigers and People in The Malay World 1600-1950 (2001) mencatat bahwa diperkirakan jumlah orang yang tewas diterkam harimau di Pulau Sumatera mencapai 1.000 orang per tahun.

Namun jumlah korban terbanyak terjadi di Provinsi Lampung pada periode 1818-1855 dengan jumlah 800 orang per tahun. Terjadinya konflik ini, tidak lepas dari ruang hidup dari harimau yang kian sempit.

BACA JUGA:LAGI! Konflik Harimau Sunda dan Manusia, Melipir ke Kampung - Mangsa Hewan Ternak, Warga Tak Berani ke Kebun

Hewan buas dengan nama latin panthera tigris tigris ini, hidup di hutan dataran rendah pada ketinggian 1.000 sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Area tersebut menjadi sasaran untuk perluasan perkebunan dan permukiman warga, serta pemanfaatan sumber daya hutan.

Meski sering terjadi konflik, tetapi sebenarnya masyarakat secara kearifan lokal memiliki penghormatan tersendiri terhadap harimau.

Di Indonesia dengan 3 subspesies Harimau Sunda yakni Harimau Jawa (Panthera Tigris Sondaica), Harimau Bali (Panthera Rigris Balica) dan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), menganggap hewan ini sebagai sesuatu yang agung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: