MASIH DIGANTUNG, Sisa Utang Proyek Revitalisasi Waduk Darma kepada Pengusaha

MASIH DIGANTUNG, Sisa Utang Proyek Revitalisasi Waduk Darma kepada Pengusaha

Para pengusaha dan subkontraktor yang terlibat proyek revitalisasi Waduk Darma saat meninggalkan lokasi rapat di BBWS Kecamatan Darma.-Tangkapan Layar Video-Ist

Namun pemilik video menyebutkan, beberapa pengusaha dan pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Kuningan ikut hadir.

Seperti diketahui, sejumlah pengusaha dan mandor serta sub kontraktor proyek revitalisasi pembangunan Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, menggelar aksi unjuk rasa, Kamis 26 Januari 2023. 

BACA JUGA:Bagi Hasil Tiket Masuk Waduk Darma Siap Ditransfer, Awal Oktober Masuk ke Rekening BumDes Jagara

BACA JUGA:Sharing Tiket Tidak Jelas, Pemdes Jagara Ancam Tutup Objek Wisata Waduk Darma

Para pekerja tersebut meminta agar perusahaan pemegang proyek revitalisasi segera melunasi pembayaran kepada para vendor.

Selama melakukan aksi, mereka membentangkan spanduk berisi suara hati para pekerja. Sambil membentangkan spanduk para pendemo berjalan kaki di area parkir Waduk Darma. 

Spanduk spanduk bertuliskan, Ini Proyek Negara, jangan korban rakyat kecil, dan Pak Gubernur Yang Terhormat, jangan dulu meresmikan Waduk Darma sebelum kami rakyat kecil dibayar, dibawa peserta demo.

Edi Jubaedi, salah seorang pengunjuk rasa meminta agar Gubernur Jawa Barat jangan dulu meresmikan Waduk Darma, sebelum semua hak hak pekerja dan vendor dibayar perusahaan pemenang tender. 

 BACA JUGA:Volume Air Waduk Darma Terus Menurun, Budidaya Ikan Keramba Bakal Dibatasi

BACA JUGA:TENANG, Anggaran Pokir Tak Ikut Dipangkas, Pengamat: Harusnya Biar Adil Direfocusing

"Kepada yang terhormat Bapak Gubernur Ridwan Kamil, tolong bantu kami sebagai masyarakat kecil yang sudah menyelesaikan pembangunan Waduk Darma. Sampai sekarang, kami belum dibayar atau dilunasi meski pekerjaan sudah sekesai 100 persen," tegas Edi mewakili peserta unjuk rasa lainnya.

Menurut perhitungan para mandor dari berbagai vendor, total yang belum dibayarkan mencapai Rp1,2 miliar. 

Angka yang belum terbayarkan itu, merupakan dari sub kontraktor yang sudah terdata. 

Jumlah uang bisa bertambah karena banyak subkon yang belum terdata, padahal uang tersebut sangat dinantikan oleh keluarga pekerja dan mandor.

 BACA JUGA:Tradisi Ratib Milik Desa Sangkanerang, 100 Orang Adzan Untuk Tolak Bala

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: instagram