Curah Hujan Mulai Tinggi, BPBD Kuningan Imbau Masyarakat Waspada Bencana Hidrometrologi

Curah Hujan Mulai Tinggi, BPBD Kuningan Imbau Masyarakat Waspada Bencana Hidrometrologi

Petugas BPBD Kabupaten Kuningan sedang menyingkirkan batang pohon yang tumbang dan menutupi ruas jalan Cigugur-Cisantana.--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan saat ini wilayah Kabupaten Kuningan memasuki musim hujan.

Curah hujan diprediksi mengalami peningkatan pada tahun 2024, hingga puncaknya pada bulan Februari mendatang.

BPBD Kabupaten Kuningan juga sudah berkali-kali mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap beberapa fenomena alam yang mungkin terjadi pada peralihan musim tersebut.

BACA JUGA:Lowongan CPNS 2024, Guru dan Tenaga Kesehatan, juga Fresh Graduate Bertalenta Digital

Seperti hujan lebat, angin kencang atau puting beliung, sambaran petir, banjir bandang dan tanah longsor. Termasuk memperhatikan lingkungan sekitar dari kemungkinan bencana. 

"Terutama pemukiman penduduk di daerah rawan antara lain di sekitaran lereng tebing terjal dan di sekitaran bantaran sungai, untuk ditingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana tanah longsor dan pergerakan tanah serta banjir," papar Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Rabu 3 Januari 2024.

Sedangkan bagi masyarakat yang berada di daerah perbukitan diminta agar mewaspadai jika ada retakan tanah agar segera ditutup.

Kemudian bagi yang tinggal di dekat aliran sungai supaya sampahnya dibersihkan agar tidak terjadi sumbatan yang bisa menyebabkan terjadinya banjir. 

BACA JUGA:Menteri Basuki Pastikan Tol Cisumdawu Aman, Terowongan Tidak Retak Pasca Gempa Sumedang

"Wilayah Kabupaten Kuningan sangat rawan terjadi musibah bencana alam. Dari total 32 kecamatan, sebanyak 16 kecamatan masuk dalam daftar rawan bencana alam. Terutama tanah longsor. Mayoritas kecamatan tersebut berada di wilayah selatan Kabupaten Kuningan," kata Ibe, panggilan akrabnya.

Ibe mengatakan, kawasan selatan Kuningan tersebut berupa daerah perbukitan dan hampir saban tahun di musim penghujan.

Sehingga sering terjadi tanah longsor dan pergerakan tanah. Daerah rawan longsor tersebut berada di daerah perbukitan. 

"Ke 16 kecamatan itu yakni Kecamatan Luragung, Cimahi, Cibingbin, Cibeureum, dan Karangkancana. Kemudian Kadugede, Nusaherang, Darma, Selajambe, Subang, Cilebak, Ciwaru, Garawangi, Ciniru, Hantara, dan Maleber," sebut Ibe.

BACA JUGA:Bukit Mercury Sayang Kaak, Wisata Teraneh di Majalengka, Ternyata Terkait dengan Kerajaan Burung Gagak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: