KISAH WALISONGO! Sunan Kalijaga, Pencuri dari Tuban, Tertidur 3 Tahun di Pinggir Sungai

KISAH WALISONGO! Sunan Kalijaga, Pencuri dari Tuban, Tertidur 3 Tahun di Pinggir Sungai

Ilustrasi. Sunan Kalijaga disebut benyak memiliki kesaktian, diantaranya mampu berjalan di atas air.-Dzulham Fadholi-Radar Cirebon

Kemudian, rasa solidaritas dan simpati dari Raden Said kepada rakyat Tuban membuat beliau melakukan aksi nekat berupa pencurian bahan makanan di gudang Kadipaten. 

Setelah melakukan pencurian, secara diam-diam membagikannya kepada rakyat Tuban yang dilanda kemiskinan.

Namun, aksi tersebut diketahui oleh penjaga Kadipaten hingga menyebabkan mendapatkan hukuman berupa pengusiran dari Tuban.

Setelah pengusiran tersebut, Raden Said mengembara tanpa tujuan yang pasti tetapi tetap dengan misi yang sama, yakni merampok dan mencuri demi kepentingan rakyat kecil. 

Kemudian dirinya menetap di hutan Jatiwangi, menjadi seorang berandal yang merampok orang-orang kaya yang melewati daerah hutan tersebut. 

BACA JUGA:Sejarah Desa Japara, Peundeuy Raweuy Berubah Nama Setelah Tragedi Pemenggalan Kepala Santri

Versi kedua mengungkapkan, sejak kecil Raden Said adalah sosok yang nakal dan tumbuh menjadi seorang yang sadis. 

Beliau bahkan dikatakan pernah membunuh orang dan mendapatkan julukan Brandal Lokajaya.

Singkat cerita, kenakalan Raden Said berhenti setelah bertemu dengan Sunan Bonang dan bertobat. 

Berdasarkan Serat Lokajaya, kala itu Raden Said tengah bersembunyi di hutan sambil mengintai calon mangsa yang lewat. 

Kebetulan, saat itu terdapat orang tua yang menggunakan pakaian serba gemerlap yang tak lain adalah Sunan Bonang. 

BACA JUGA:Sejarah Waduk Darma, 9 Desa Ditenggelamkan, Ada Rel Kereta di Dasar Air

Lantas, Raden Said langsung mendekat dan merampas harta dari Sunan Bonang, tetapi sang Sunan telah mengetahui niatnya tersebut dan mengeluarkan kesaktiannya dengan menjelma menjadi empat wujud. 

Melihat hal itu, Raden Said merasa ketakutan dan melarikan diri. Namun, kemanapun dirinya pergi, selalu berhasil dihadang oleh Sunan Bonang. 

Hingga pada keadaan terpojok, Raden Said merasa takut dan bertaubat kepada Yang Maha Kuasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: