Pengamat Bilang, Pemilu 2024 Rawan Money Politic

Pengamat Bilang, Pemilu 2024 Rawan Money Politic

Bawaslu harus bekerja keras mencegah terjadinya politik uang terutama di Pileg 2024.--

Radarkuningan.com, KUNINGAN - Menghadapi Pemilu 2024, banyak pihak mengkhawatirkan adanya kerawanan money politic di lapangan menjelang Pemilu 2024, khususnya Pileg. KPU sendiri sudah menjadwalkan pesta rakyat 5 tahunan tersebut dilaksanakan 14 Februari 2024.
 
Pengamat sosial politik Kuningan, Abdul Hakim mengatakan, money politic sudah bukan barang asing lagi dalam ajang Pemilu, baik Pilpres, Pileg, maupun Pilkada, termasuk Pilkades. Dia berahap pada Pemilu 2024 nanti, hal yang mengkhawatirkan tersebut dapat diminimalisir. 
 
 
Semua berharap ajang Pemilu tahun 2024 , tahun depan, bisa berjalan dengan baik, Jurdil, aman, dan gembira. Ini sebagaimana juga yang diharapkan oleh penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu.
 
"Kita sebenarnya sudah tidak aneh lagi kalau nanti di tengah masyarakat ada money politic. Tapi ini yang sangat dikhawatirkan terjadi, bagaimana permainan uang terjadi nanti," kata Abdul Hakim, Selasa 10 Januari 2023. 
 
 
Hakim berharap Bawaslu sebagai pengawas inti dari penyelenggaraan Pemilu, dapat bekerja ekstra untuk mengawasi jalannya kegiatan caleg atau timses saat meraih simpati masyarakat.
 
Pengawasan ekstra dari Bawaslu, Panwascam hingga pengawas lapangan sangatlah penting, sehingga cita-cita Pemilu yang damai dan aman bisa benar-benar diselenggarakan. 
 
 
"Bawaslu memiliki kewajiban mengawasi jalannya pesta rakyat ini. Terutama saat kampanye calon, ini rawan terjadi money politic. Ya ini juga menjadi kewajiban semua untuk mengawasi di lapangan," ujar Hakim. 
 
Untuk mencegahnya, semua pihak yang akan terlibat di dalam Pemilu dapat bekerjasama. Terutama untuk menciptakan keamanan dan kedamaian menjelang, saat dan pasca Pemilu 2024.
 
 
Sebagai masyarakat, pihaknya meminta kepada Bawaslu dan semua perangkat di bawahnya, agar dapat bekerja dengan baik dalam pengawasan di lapangan. 
 
"Dari sekarang kan sudah dibentuk Panwasca. Jadi harus sudah mulai bekerja, walaupun masa kampanye belum dimulai. Pemilu itu, khususnya Pileg, harus bisa melahirkan wakil rakyat yang kredibel, pro rakyat, bisa menyerap dengan baik aspirasi rakyat," ungkap Hakim.
 
Caranya yakni dengan diawali langkah baik, bisa dimulai dari pencalonan. "Kalau awalnya (pencalonan, red) sudah main duit, bagaimana nanti setelah terpilih dan jadi anggota dewan," pungkas dia.  (Agus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: